Sarimbit

Sarimbit

Rabu, 18 Agustus 2010

Berpikir keras dgn metode sleep

Tidur yang khusuk

Cara Alami Atasi Bau Mulut


Cara Alami Atasi Bau Mulut

14 Juni 2010 jam 8:26

Penyebab utama nafas tak sedap adalah penumpukan bakteri di mulut.
Anda bisa saja berpenampilan maksimal, tetapi jika bau mulut muncul, kepercayaan diri bisa hilang begitu saja. Selain menyikat gigi atau berkumur setelah makan, konsumsi makanan tertentu juga bisa membasmi bau mulut.
Penyebab utama nafas tak sedap, yang dalam istilah medis disebut halitosis, adalah penumpukan bakteri yang tumbuh subur di area minim oksigen seperti belakang lidah, dan celah gigi. Penumpukan bakteri memicu gangguan keseimbangan asam mulut seperti air liur kental, dan mulut kering. Dalam kondisi ini, asam amino terpecah dan menghasilkan gas sulfur yang memicu timbulnya bau tak sedap.
Munculnya bakteri di dalam mulut biasanya bersumber dari makanan beraroma kuat, seperti bawang, kopi, rokok, sisa makanan, dan karang gigi. Cukup dengan menyikat gigi atau berkumur cairan penyegar mulut, bakteri akan enyah dan nafas kembali segar. Namun, ketika sikat gigi dan cairan penyegar mulut bisa bekerja, cobalah konsumsi empat makanan berikut :

1. Air putih
Air putih membantu menghapus sisa-sisa makanan dan bakteri yang tersembunyi di mulut Anda. Air juga mempercepat produksi air liur yang bertindak sebagai 'agen pembersih'. Minum air putih dan berkumur adalah hal paling sederhana untuk menetralisir bau mulut akibat makanan dan minuman.

2. Permen karet tanpa gula
Permen karet bisa menghancurkan makanan dan sel-sel mati dalam mulut, serta memperbanyak produksi air liur. Para ahli mengatakan bahwa permen karet sangat efektif melawan bau mulut karena menghambat pertumbuhan bakteri di mulut.

3. Buah dan sayur yang mengandung vitamin C
Lemon, paprika hijau, dan brokoli mengandung banyak vitamin c. Makanan tersebut bisa menghilangkan bakter penyebab bau dan rasa tidak enak di mulut. Lebih efektif bila dimakan mentah karena merupakan bahan abrasif dan membantu menghilangkan kotoran.

4. Yogurt
Peneliti Jepang menemukan yogurt bebas gula yang dikonsumsi tiga kali sehari selama enam minggu bisa mengurangi bau mulut. Cara kerjanya dengan mengurangi tingkat senyawa sulfat.

5. Sikat Gigi
Sempatkanlah untuk menyikat gigi anda bila telah selesai makan.

Ternyata Tidur Setelah Sahur Berbahaya


 Ternyata Tidur Setelah Sahur Berbahaya

Tidur setelah sahur memang jamak dilakukan orang pada bulan puasa. Namun dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, memberi saran sebaiknya hal itu tidak dilakukan. "Karena makanan belum dicerna dan malah bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi," kata dia ketika dihubungi, Jumat lalu.

Jika refluks terjadi, Ari melanjutkan, asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit.

Dia punya cara untuk menyiasati kemungkinan terjadinya refluks asam lambung ini. "Dengan cara tidur setengah duduk atau tidur menggunakan bantal yang tinggi," kata Ari.

Namun dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu lebih menyarankan orang yang berpuasa tidak tidur setelah bersantap sahur. "Sebenarnya kan percuma tidur, paling cuma satu jam," katanya. Ideal-nya, ia menambahkan, seseorang boleh tidur dua jam setelah makan. "Tapi masih bisa ditolerir tidur satu jam setelah makan," kata Ari.

Makanan yang sukar dicerna, Ari melanjutkan, adalah makanan yang terlalu berlemak. Keju dan minyak dalam jumlah banyak akan memerlukan waktu dua jam untuk dicerna. Sedangkan nasi dengan sayur berkuah atau telur dan ikan rebus biasanya memerlukan waktu satu jam untuk dicerna.

Agar lambung punya cukup waktu untuk mencerna santapan sahur, peraih Young Clinician Award pada World Congress of Gastroenterology Bangkok 2002 itu menyarankan orang yang berpuasa makan sekitar satu jam sebelum waktu imsak. "Jam 3-an sudah makan makanan padat. Jangan mepet-mepet waktu imsak," katanya.

Barulah mendekati waktu imsak, menu dilanjutkan dalam bentuk camilan, buah-buahan, dan minum air putih. Dengan cara ini, ketika tidur, makanan sahur telah dicerna dan terhindar dari refluks. Seusai salat subuh, jika memang sangat mengantuk, orang yang berpuasa dianjurkan tidur sebelum beraktivitas.